Langsung ke konten utama

Jawaban UAS Pengantar Kecerdasan Tiruan 7D Dian Ainurrafik Afnan S 1903015239

  UAS Nama : Dian Ainurrafik Afnan S NIM : 1903015239 MK : Pengantar Kecerdasan Tiruan Berikut Jawaban UAS : Unduh File UAS ini dibuat sebgaimana yang tertuang dalam  Online Learning Uhamka

Pertemuan 13 PDS : Penerapan Diagram Simpal Kausal (CLD) Oleh Dian Ainurrafik Afnan S

 

Contoh Penerapan Diagram Simpal Kausal (CLD)

    Berdasarkan jurnal (Kholil M., 2007) dapat dipelajari penggunaan diagram Simpal Kausal untuk menghubungkan antara variabel-variabel yang membentuk model dalam sistem perikanan. Dasar pembuatan model mental yang direpresentasikan dalam bentuk diagram simpal kausal ini adalah kondisi nyata keadaan perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan.

Subsistem Diagram Simpal Kausal

Dari diagram simpal kausal (CLD) kondisi perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan yang telah dibuat, maka model sistem perikanan Kabupaten Konawea Selatan dibagi menjadi 4 Sub Sistem, Yaitu :
  1. Sub Sistem Pasar 
  2. Sub Sistem Konsumsi
  3. Sub Sistem Jumlah Tangkapan 
  4. Sub Sistem SDM

1. Sub Model Pasar/Penjualan

    Sub model pasar yang terdiri dari Stock (Level) dan Flow (Aliran) atau sebelumnya disebut Rate konsumen rumah tangga yang dipengaruhi oleh jumlah konsumen rumah tangga, dan jumlah tangkapan, industri pengolahan dan regulasi dari Pemda Kabupaten Konawea. Pada sub model Pasar ini penulis membatasi hanya pada hasil perikanan yang berupa hasil tangkapan dilaut, tidak termasuk budidaya perikanan yang lain. 
    Pasar akan meningkat dipengaruhi oleh laju konsumsi. Besarnya laju konsumsi dipengaruhi oleh besarnya konsumen rumah tangga dan besarnya permintaan industri pengolahan ikan. Besar pasar sektor Perikanan ini akan menjadikan pendapatan asli (PAD)daerah meningkat lewat restribusi/pajak yang dibebankan pada hasil penjualan. Sejalan dengan hal tersebut diatas akan meningkat pula Produk Domestik Bruto daerah tersebut (PDRB). 

2. Sub Model Konsumen Rumah Tangga

    Sub Model Konsumen Rumah Tangga (ikan) dibangun dari Stock Konsumen Rumah Tangga yang jumlahnya dipengaruhi oleh aliran atau Flow laju konsumen RT yang besarnya tergantung dari jumlah Rumah Tangga, dan harga ikan.


3. Sub Model Jumlah Tangkapan

    Sub Sistem Jumlah tangkapan menggambarkan bahwa jumlah tangkapan sebagai Stock (Level) dipengaruhi oleh laju penangkapan ikan yang merupakan Flow (Aliran). Laju penangkapan ikan dipengaruhi oleh potensi kelautan, alat tangkap, sumber daya manusia yang kompeten. Sementara jumlah tangkapan akan mempengaruhi industri pengolahan ikan.


4. Sub Model SDM

    Sub sistem populasi penduduk menggambarkan jumlah penduduk di Kabupaten Konawea Selatan yang lahir dan meninggal . Untuk memudahkan perhitungan sub model ini menggunakan data langsung yang terdiri dari rata-rata bertambahnya kelahiran dan kematian per tahun atau disebut sebagai fraksi kelahiran dan kematian. 
    Jumlah penduduk dipengaruhi pula oleh imigrasi dan emigrasi. Emigrasi penduduk terjadi karena kesulitan mendapatkan penghasilan yang layak .Selain Emigrasi adapula penduduk yang datang dan menetap Kabupaten Konawea Selatan. Karena merupakan Kota Kabupaten baru banyak pekerja pendatang yang menetap dan menjadi penduduk permanen di wilayah ini.



Diagram Simpal Kausal Keseluruhan


Pertanyaan:

1.) Menurut Kholil M., 2007 apa fungsi penggunaan diagram Simpal Kausal?
Penggunaan diagram simpal kausal untuk menghubungkan antara variabel-variabel yang membentuk model dalam sistem perikanan. Dasar pembuatan model mental yang direpresentasikan dalam bentuk diagram simpal kausal ini adalah kondisi nyata keadaan perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan.

2.) Dimana dasar pembuatan model mental yang direpresentasikan dalam bentuk diagram simpal kausal? 
Di Kabupaten Konawe Selatan.

3.) Model sistem perikanan Kabupaten Konawea Selatan dibagi menjadi 4 Sub Sistem, Sebutkan! 
  1. Sub Sistem Pasar 
  2. Sub Sistem Konsumsi
  3. Sub Sistem Jumlah Tangkapan 
  4. Sub Sistem SDM
4.) Apa yang dimaksud dengan sub sistem SDM?
Sub sistem populasi penduduk menggambarkan jumlah penduduk di Kabupaten Konawea Selatan yang lahir dan meninggal . Untuk memudahkan perhitungan sub model ini menggunakan data langsung yang terdiri dari rata-rata bertambahnya kelahiran dan kematian per tahun atau disebut sebagai fraksi kelahiran dan kematian. 

5.) Apa yang mempengaruhi jumlah penduduk di Kabupaten Konawea Selatan?
Jumlah penduduk dipengaruhi pula oleh imigrasi dan emigrasi.

6.) Apa yang dimaksud dengan sub model konsumen rumah tangga?
Sub Model Konsumen Rumah Tangga (ikan) dibangun dari Stock Konsumen Rumah Tangga yang jumlahnya dipengaruhi oleh aliran atau Flow laju konsumen RT yang besarnya tergantung dari jumlah Rumah Tangga, dan harga ikan.

7.) Apa yang dimaksud dengan sub model pasar?
Sub model pasar yang terdiri dari Stock (Level) dan Flow (Aliran) atau sebelumnya disebut Rate konsumen rumah tangga yang dipengaruhi oleh jumlah konsumen rumah tangga, dan jumlah tangkapan, industri pengolahan dan regulasi dari Pemda Kabupaten Konawea. Pada sub model Pasar ini penulis membatasi hanya pada hasil perikanan yang berupa hasil tangkapan dilaut, tidak termasuk budidaya perikanan yang lain. 

8.) Apa yang menyebabkan pasara meningkat?
Pasar akan meningkat dipengaruhi oleh laju konsumsi. Besarnya laju konsumsi dipengaruhi oleh besarnya konsumen rumah tangga dan besarnya permintaan industri pengolahan ikan. 

9.) Apa yag dimaksud dengn sub sistem jumlah tangkapan?
Sub Sistem Jumlah tangkapan menggambarkan bahwa jumlah tangkapan sebagai Stock (Level) dipengaruhi oleh laju penangkapan ikan yang merupakan Flow (Aliran).

10.) Apa yang mempengaruhi laju penangkapan ikan?
Laju penangkapan ikan dipengaruhi oleh potensi kelautan, alat tangkap, sumber daya manusia yang kompeten.

Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam Online Learning Uhamka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan 4 PKT : Konsep Dasar Kecerdasan Tiruan Oleh Dian Ainurrafik Afnan S

 Konsep Dasar Dalam Kecerdasan Buatan Turning Test - Metode Pengujian Kecerdasan     Turning Test merupakan sebuah metode pengujian kecerdasan yang dibuat Alan Turing Proses ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua obyek yang ditanyai. Yang satu adalah seorang manusia dan satunya sebuah mesin yang akan diuji. Penanya tidak bisa melihat langsung kepada obyek yang ditanyai. Penanya diminta untuk membedakan mana jawaban komputer, mana jawaban manusia berdasarkan jawaban kedua obyek tersebut. Jika penanya tidak dapat membedakan mana jawaban mesin dan jawaban manusia maka Turing berpendapat bahwa mesin yang diuji tersebut dapat diasumsikan CERDAS. Pemrosesan Simbolik     Komputer semula didesign untuk memproses bilangan / angka - angka (pemrosesan numerik). Sementara manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak didasrkan kepada sejumlah rumus atau melakukan komputasi matematis. Sifat penting dari AI adalah bahwa AI merupakan...

Pertemuan 12 PDS : Simulasi Berbasis Software PowerSim Oleh Dian Ainurrafik Afnan S

  Contoh Perangkat Lunak Dalam Simulasi Berbasis Powersim Perangkat Lunak Simulasi Untuk melakukan simulasi dari sebuah model, diperlukan perangkat lunak (software) yang secara cepat dapat melihat perilaku dari model yang telah dibuat. Ada berbagai macam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk keperluan ini, seperti Vensim, Dynamo, Ithink, Stella dan Power Simulation.  Power Simulation Powersim digunakan untuk membangun dan melakukan simulasi suatu model dinamik. Suatu model dinamik adalah kumpulan dari variabel-variabel yang saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya dalam suatu kurun waktu.  Korespondensi Antar Variabel Setiap variabel berkorespondensi dengan suatu besaran yang nyata atau besaran yang dibuat sendiri. Semua variabel tersebut memiliki nilai numerik dan sudah merupakan bagian dari dirinya.  Pada waktu mensimulasikan model, variabel-variabel akan saling dihubungkan membentuk suatu sistem yang dapat menirukan kondisi sebenarnya  Stock flow D...